Penetapan DPTLN

Daftar Pemilih Tetap Luar Negeri (DPTLN) untuk wilayah KBRI Bangkok telah ditetapkan oleh Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Bangkok pada Hari Kamis, 16 Agustus 2018 di Kedutaan Besar Republik Indonesia.

Pada hari yang sama, DPTLN Bangkok telah disampaikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui Pokja Pemilihan Luar Negeri. Daftar Pemilih ini dapat dilihat di Website PPLN www.pplnbangkok2019.org dan di papan pengumuman PPLN di KBRI Bangkok.

Penyerahan DPTLN secara resmi kepada Bapak Ahmad Rusdi, Duta Besar RI untuk Kerajaan Thailand, dilakukan susuai Upacara Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2018, oleh Muhammad Zamal Nasution (Ketua/Anggota PPLN) didampingi dua anggota PPLN, Bekti Nusantara dan Catharina Maria. Sekretaris PPLN Bangkok Dodo Sudrajat turut hadir dalam penyerahan resmi DPTLN  yang dilaksanakan di Wisma Indonesia.

Jumlah Pemilih yang terdaftar dalam DPTLN tercatat 1429 pemilih (812 pemilih perempuan dan 617 pemilih laki-laki). 101 pemilih akan mencoblos melalui Kotak Suara Keliling, 298 melalui pos dan 1030 pemilih akan langsung datang ke Tempat Pemilihan Suara Luar Negeri (TPSLN) di KBRI Bangkok pada Hari Rabu, 10 April 2018.

PPLN Bangkok menyampakan terima kasih atas partisipasi seluruh masyarakat Indonesia di Thailand yang telah ikut menyukseskan Pemilu Serentak 2019.

[wppa type=”photo” photo=”1″][/wppa]

Penyusunan dan Pengumuman DPSHPLN

Pada 18 Juli 2018, PPLN Bangkok telah menyusun dan mengumumkan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan Luar Negeri (DPSHPLN)  yang didasarkan dari hasil pemuktahiran Daftar Pemilih Sementara Luar Negeri (DPSLN) yang telah diumumkan antara 17 Juni 2018 – 7 Juli 2018.    DPSHPLN terdaftar 1026 pemilih (Laki-Laki: 452; Perempuan: 574). Terdapat kenaikan 8,2% dari DPSLN. Sebanyak 791 Pemilih menyatakan akan memberikan hak suara pada Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) di KBRI Bangkok, karena jarak 158 pemilih akan memberikan hak pilih melalui Pos dan 77 pemilih yang berada dalam lingkungan komunitas tertentu akan menggunakan suaranya lewat mekanisme Kotak Suara Keliling (KSK).

Pengumuman DPSHPLN di Papan Pengumuman PPLN maupun Online pada laman website PPLN menampilkan informasi-informasi terbatas dari Pemilih untuk menjaga kerahasiaan Data Diri Pemilih. Cek Data Online DPSHPLN disini.

Tanggapan/Masukan masih dibuka dan dapat disampaikan melalui Online lewat laman website ini atau  secara offline / mengisi formulir dengan menghubungi PPLN Bangkok pada saluran-saluran komunikasi yang ada.

Salam Sukses Pemilu 2019

 

Penyusunan dan Pengumuman Daftar Pemilih Sementara Luar Negeri (DPSLN)

Pada 14 Juni 2018, PPLN Bangkok telah menyusun dan mengumumkan Daftar Pemilih Sementara Luar Negeri (DPSLN)  yang didasarkan dari hasil pencocokan dan penelitian dari Pantarlih (17 April – 16 Mei 2018) dan PPLN (17 Mei – 14 Juni 2018). DPSLN terdaftar 847 pemilih (Laki-Laki: 380; Perempuan: 467). Sebanyak 682 Pemilih menyatakan akan memberikan hak suara pada Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) di KBRI Bangkok, karena jarak 107 pemilih akan memberikan hak pilih melalui Pos dan 58 pemilih yang berada dalam lingkungan komunitas tertentu akan menggunakan suaranya lewat mekanisme Kotak Suara Keliling (KSK).

Pengumuman DPSLN di Papan Pengumuman PPLN maupun Online pada laman website PPLN menampilkan informasi-informasi terbatas dari Pemilih untuk menjaga kerahasiaan Data Diri Pemilih. Cek Data Online DPSLN disini.

Masyarakat dihimbau untuk memberikan Tanggapan/Masukan terhadap DPSLN mulai 17 Juni 2018 sampai dengan 7 Juli 2018 dalam rangka perbaikan Daftar Pemilih sebelum akhirnya disusun menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Tanggapan/Masukan dapat disampaikan melalui Online lewat laman website ini atau  secara offline / mengisi formulir dengan menghubungi PPLN Bangkok pada saluran-saluran komunikasi yang ada.

Salam Sukses Pemilu 2019

 

Terima Kasih atas Kerjasama Menyukseskan Tahapan Coklit Pemilih

Seluruh tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit) Daftar Pemilih yang dimulai pada 17 April 2018 telah berakhir 16 Mei 2018. Rekapitulasi hasil coklit meliputi Daftar Pemilih Baru, Daftar Perubahan Pemilih hasil Pemuktahiran, Daftar Pemilih Potensial lainnya akan dijadikan basis data pemilih untuk Pemilu Serentak 2019 setelah nantinya pada tahap akhir akan ditetapkan Daftar Pemilih Tetap pada pertengahan Agustus 2018.

PPLN menghaturkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama yang telah diberikan segenap warga masyarakat Indonesia di Thailand kepada Pantarlih selama menjalankan tugas selama periode pencoklitan.

Dihimbau sekali lagi kepada WNI yang memiliki hak pilih dan  berdomisili di wilayah kerja KBRI Bangkok untuk memastikan “Nama Anda” sudah terdata sebagai Pemilih Luar Negeri dengan mengecek namanya melalui laman website www.pplnbangkok2019.org atau kontak langsung ke PPLN Bangkok melalui saluran komunikasi yang sudah disediakan (hotline, medsos, email).

Terima kasih atas dukungan dan partisipasi seluruh warga masyarakat Indonesia di Thailand dalam menyukseskan Pemilu 2019. Pemilih adalah jiwa dari seluruh proses Pemilu 2019. PPLN Bangkok akan bekerja maksimal untuk mensukseskan penyelenggaraan Pemilu 2019 di wilayah kerja KBRI Bangkok.

Undangan Sosialisasi Pemilu 2019 di KBRI Bangkok

PPLN Bangkok mengharapkan kehadiran Masyarakat Indonesia yang mempunyai Hak Pilih dan berdomisili di Bangkok dan sekitarnya dalam Acara Sosialisasi Pemilu 2019, yang akan diselenggarakan pada:

Hari : Jum’at, 4 Mei 2019

Jam:  18.30 – 21.00

Tempat: Gedung Olahraga (Sport Hall) KBRI Bangkok

Pakaian: Bebas Rapi

Atas perhatian dan partisipasinya diucapkan banyak terima kasih.

27042018-undangan sosialisasi

PPLN Bangkok Mengikuti Bimtek Pemilu Luar Negeri di Manila

Pada 14 – 15 April 2018 Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Perwakilan RI Bangkok menghadiri Bimbingan Teknis Pemilu Luar Negeri (Bimtek PLN) di Manila, Filipina. Bimtek diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum RI (KPU RI) yang difasilitasi oleh Kelompok Kerja (Pokja) PLN. Bimtek diikuti oleh 6 Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) perwakilan Bangkok (7 orang), Davao (8 orang), Dilli (8 orang), Manila (8 orang), Singapura (10 orang) dan Songkhla (2 orang). Bimtek dibuka oleh KUAI KBRI Manila, Budi Dhewajani. Materi pembekalan disampaikan oleh KPU pusat dan Kelompok Kerja PLN mengenai landasan hukum dan peraturan terkait pemilu di luar negeri dan mekanisme kerja dan manajemen anggara PPLN sebagai bagian untuk mensukseskan Pemilu Serentak 2019 (Pemilihan Legislatif, Presiden dan Wakil Presiden). Narasumber terdiri dari Komisioner KPU Pramono Ubaid, Arif Rahman Hakim (Sekjen KPU RI) dan Yayu Yuliani (Karo Umum, KPU RI) sementara Pokja PLN diwakili oleh Arena Sri Victoria (Kabag Rumah Tangga, Biro Umum, Kemlu RI) dengan moderator Dadang Effendi Syamsuddin dari PPLN Manila.

Peserta Bimtek PLN juga mengikuti Sosialisasi Tahapan Pemilu Tahun 2019 kepada Warga Negara Indonesia di Filipina, yang diselenggarakan oleh PPLN Manila bertempat di KBRI Manila. Kegiatan Sosialisasi dibuka oleh Duta Besar RI, Dr. Sinyo Harry Sarundajang, dan dihadiri oleh sekitar 200 warga masyarakat Indonesia di Manila. Bimtek PLN selanjutnya akan diselenggarakan di Singapura pada bulan Oktober 2018 yang mencakup teknis pemungutan suara, penghitungan suara dan rekapitulasi hasil pemungutan suara Luar Negeri.

Gerakan Sadar Pemilu

Gerakan Sadar Pemilu adalah sebuah gerakan sosial yang diprakarsai oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, sebagai sebuah gerakan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kepemiluan. Gerakan ini diharapkan tidak hanya menjadi milik KPU, namun menjadi milik seluruh rakyat Indonesia.

Gerakan Sadar Pemilu tidak hanya fokus pada penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019, namun terus berjalan menjadi agenda reguler. Gerakan ini memiliki 7 (tujuh) poin utama yang wajib masyarakat (pemilih) ketahui, yakni sebagai berikut:
1. Milikilah Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik.
2. Pastikan telah terdaftar/tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).
3. Telusuri profil dan rekam jejak calon.
4. Santun dalam berkampanye.
5. Gunakanlah hak pilih pada Tempat Pemungutan Suara (TPS).
6. Kenali jenis surat suara dan tata cara memilih yang benar.
7. Kawal jalannya pemungutan dan penghitungan suara.

 

“Pemilih Berdaulat Negara Kuat”

Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi Negara menyatakan dengan tegas bahwa Negara Republik Indonesia berdasarkan pada kedaulatan rakyat. Makna kedaulatan berada di tangan rakyat yaitu rakyat memiliki kedaulatan, tanggungjawab, hak dan kewajiban secara demokratis untuk memilih pemimpin yang akan membentuk parlemen dan pemerintahan. Kedaulatan rakyat tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pemilihan Umum.

Dalam sistem politik demokratis, perbedaan kepentingan adalah sebuah keniscayaan, lumrah dan manusiawi. Apalagi di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang beragam baik agama, suku, budaya dan bahasa.

Pemilu merupakan sarana untuk mengkontestasikan gagasan dan kepentingan yang beragam secara damai dan beradab. Karena itu, Pemilu tidak boleh menjadi sumber konflik. Pemilu harus menjadi sarana memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Pemilih memiliki peran strategis dan fundamental dalam membentuk parlemen dan pemerintahan yang kapabel, kredibel dan berintegritas. Karena itu, pemilih dalam menunaikan hak konstitusionalnya harus berdasarkan pada rasionalitas dan kesukarelaan.

Pemilih harus benar-benar berdaulat atas setiap pilihannya. Pilihan pemilih tidak boleh terdistorsi dan terciderai oleh aspek-aspek yang artifisial seperti primordialisme, pragmatisme dan politik transaksional.

Sudah saatnya demokrasi kita bertransformasi dari aspek prosedural menuju aspek substansial. Demokrasi kita harus mampu menjawab cita-cita kesejahteraan, pemerataan dan keadilan. Bekerjanya demokrasi substansial harus ditopang oleh parlemen dan pemerintahan terpilih yang profesional, transparan dan akuntabel. Pemerintahan akan bekerja dengan baik dan konsisten sesuai mandat konstitusi jika mendapat dukungan, kepercayaan dan pengawasan dari rakyat.

 

Pembentukan Panitia Pendaftaran Pemilih Luar Negeri Perwakilan RI Bangkok

Pada 10 April 2018, Panitia Pemilihan Luar Negeri Perwakilan RI Bangkok (PPLN Bangkok) mengukuhkan 3 (tiga) anggota Panitia Pendaftaran Pemilih Luar Negeri (Pantarlih LN) / Petugas Pemuktahiran Data Pemilih Luar Negeri (PPDP) yang ditetapkan melalui Keputusan Ketua PPLN Bangkok.  Setelah melalui seleksi tertutup PPLN Bangkok mengangkat Hariman Theofilus Aaroozatulo Harefa, Hilmi Mathofani dan Muhamad Soleh sebagai Pantarlih. Pengangkatan Pantarlih dituangkan dalam Berita Acara Pengangkatan dan Pembacaan Fakta Integritas oleh 3 anggota Pantarlih.

Pantarlih/PPDP bertugas melakukan pencocokan dan penelitian data pemilih potensial yang disampaikan KPU untuk kemudian dimutakhirkan sesuai data terakhir pemilih potensial masyarakat Indonesia yang berdomisili di wilayah kerja PPLN Bangkok. Masa kerja Pantarlih/PPDP adalah 1 (satu) bulan sesuai periode masa coklit/pemuktahiran data antara 17 April 2018 sampai dengan 16 Mei 2018 yang dilaksanakan serentak di seluruh dunia. Dalam periode ini, Pantarlih/PPDP akan menjaring pemilih potensial melalui metode-metode yang dimungkinkan sesuai ketentuan guna memastikan peningkatan partisipasi masyarakat dalam Pemilu. Metode yang dilakukan lewat Tatap Muka maupun Non Tatap Muka.

Diharapkan dukungan dan partisipasi masyarakat Indonesia yang sudah memiliki hak pilih untuk mendaftarkan diri atau mengecek namanya untuk memastikan  dirinya terdaftar sebagai pemilih.  Ingat suara anda menentukan nasib bangsa… Jangan sia-siakan hak suara anda.

Pembentukan Panitia Pemilihan Luar Negeri Perwakilan RI Bangkok

Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) mengeluarkan Keputusan Nomor 96/PP.05-Kpt/01/KPU/III/2018 tanggal 6 Maret 2018 menetapkan nama-nama anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) dan Sekretariat PPLN. Berdasarkan Keputusan KPU RI tersebut, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Thailand, Bapak Ahmad Rusdi, telah melantik anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri Perwakilan RI Bangkok pada 20 Maret 2018.

PPLN Perwakilan RI Bangkok beranggotakan 5 (lima) orang, terdiri dari Muhamad Zamal Nasution (Ketua merangkap Anggota), Bekti Nusantara (Anggota), Catharina Maria (Anggota), Sulaeman Narowi (Anggota) dan Didit Janu Dwiana (Anggota). Sekretariat PPLN terdiri dari Dodo Sudrajat (Sekretaris), Sri Sumarmi (Pelaksana) dan Yudi Tetra Mulya (Pelaksana).

Wilayah Kerja PPLN Perwakilan Bangkok meliputi 62 Provinsi (meliputi wilayah Utara, Timur Laut, Tengah, Timur dan Barat) diluar 14 Provinsi di Wilayah Thailand Selatan mulai dari Chumporn, Suratthani, Ranong, Nakhon Si Thammarat, Phang Nga, Krabi, Phuket, Trang, Satun, Pattalung, Songkhla, Pattani, Yala, dan Narathiwat. Bagi Pemilih Warga Negara Indonesia yang berdomisili di !4 Provinsi Wilayah Thailand Selatan tersebut menjadi tanggung jawab wilayah kerja PPLN Perwakilan RI Songkhla.